Cara Membuat Kalkulator Menggunakan PHP

Share:





Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan aplikasi nyata atau penggunaan PHP dalam kehidupan sehari-hari..ceileeeh.. :DAplikasi yang akan kita kembangkan yaitu aplikasi kalkulator sederhana. Penasaran? Mari kita lanjutkan..

Kalkulator yang kita kenal dapat melakukan berbagai operasi matematika, dari yang paling dasar yaitu penjumlahan sampai dengan operasi penghitungan trigonometri, yaitu sin, cos, tan. Nah, untuk sekedar memahami konsep pemakaian PHP, cukup dengan menerapkan operasi matematika yang sederhana. Operasi matematika yang digunakan hanya sebatas penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian , dan juga modulo.
Sebelum memulai, beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu :
  • Langkah pertama. Mengenal HTML dan CSS. (Wajib!)
  • Langkah kedua. Mengenal PHP. (Wajib!)
  • Langkah ketiga. Menyiapkan text editor. (Seperti Notepad++ atau text editor lainnya)
  • Langkah keempat. Menyiapkan Web Server.
  • Langkah kelima. Menyusun algoritma atau logika pemrograman.
  • Langkah keenam. Coding PHP.
Langkah pertama. Mengenal HTML dan CSS. Untuk HTML, saya asumsikan bahwa pembaca telah setidaknya mengenal bahasa pemrograman ini. Dan untuk CSS, hanyalah sebagai nilai tambah, dikarenakan fungsi CSS yang kita ketahui adalah hanya sebagai pengatur visual atau tampilan laman web nantinya.
Langkah kedua. Mengenal PHP. Nah, tentu untuk membangun sebuah aplikasi dengan PHP, kita harus mengenal bahasa PHP ini dong. Apabila masih ada yang belum paham, bisa akses link yang telah saya berikan di atas.
Langkah ketiga. Menyiapkan text editor. Contohnya Anda dapat menggunakan Notepad++.  Anda juga dapat menggunakan notepad bawaan Windows untuk menuliskan kode yang akan kita tulis.
Langkah keempat. Menyiapkan web server adalah penting hukumnya, hehehe.. Dikarenakan PHP adalah bahasa yang bisa dibilang hanya dapat diterjemahkan oleh web server. Oleh karenanya mengapa PHP disebut juga bahasa server-side scripting.
Langkah kelima. Sebelum melakukan koding pada bahasa tertentu, maka hal penting yang perlu dilakukan adalah menyusun algoritma pemrogramannya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses koding nantinya. Hal ini akan terasa ketika kita akan membangun sebuah program aplikasi dengan lingkup yang cukup besar.
Langkah keenam. Coding PHP. Owkay..ini kode PHP yang telah saya buat sebelumnya, yang merepresentasikan logika pemrograman dari setiap kondisi yang mungkin terjadi menggunakan switch-case. Silakan pelajari strukturnya terlebih dahulu :
switch($operator) {
case "+" :
$hasil = $satu + $dua;
if (ctype_digit($hasil)) {
$hasil = $satu + $dua;
}
else {
$hasil = number_format($hasil,'2','.','');
}
break;
case "-" :
$hasil = $satu - $dua;
if (ctype_digit($hasil)) {
$hasil = $satu - $dua;
}
else {
$hasil = number_format($hasil,'2','.','');
}
break;
case "*" :
$hasil = $satu * $dua;
if (ctype_digit($hasil)) {
$hasil = $satu * $dua;
}
else {
$hasil = number_format($hasil,'2','.','');
}
break;
case "/" :
if ($satu == 0 && $dua == 0) {
echo "
Hasil bagi menjadi tak hingga.";
$hasil = '~';
}
else if ($dua == 0) {
echo "Pembagi tidak boleh 0.";
$hasil = 'Syntax Error';
}
else {
$hasil = $satu / $dua;
$hasil = number_format($hasil,2,'.','');
}
break;
case "%" :
if ($satu == 0 && $dua == 0) {
$hasil = 0;
}
else if ($dua == 0) {
echo "Pembagi tidak boleh 0.";
$hasil = 'Syntax Error';
}
else {
$hasil = $satu % $dua;
}
break;
}
echo "<center>".$satu ." ". $operator ." ". $dua." ". "="." ". $hasil."</center>";

  • Algoritma IF-ELSE. Algoritma ini biasa digunakan untuk menghandle beberapa keadaan yang kondisional. Saya akan coba untuk memberikan contoh algoritmanya :

    if (tinggi > 180) {
    echo "Saya tinggi!";
    }
    else if (tinggi < 150) {
    echo "Saya pendek..";
    }
    else {
    echo "Tinggi saya normal.";
    }
Dari algoritma di atas, terdapat tiga kondisi. Kondisi “tinggi”, “pendek”, dan “normal”. Nah, algoritma if-else akan memeriksa setiap kondisi yang terjadi sedari awal. Kode akan dieksekusi hanya ketika kondisinya terpenuhi.
Saya ambil contoh parameter masukan adalah tinggi 149. Pertama, parameter masukan akan dibandingkan dengan kondisi “tinggi”. Karena tidak sesuai, maka berlanjut ke kondisi berikutnya yaitu kondisi “pendek”. Pada kondisi ini, kondisi sudah sesuai (149 < 150, true!). Barulah algoritma tersebut menghasilkan keluaran pada browser berupa string yaitu “Saya pendek..”.
Lalu apa perbedaan dengan algoritma switch-case?
  • Algoritma switch-case. Sama seperti halnya algoritma if-else, algoritma ini juga digunakan dalam masalah kondisional. Namun bedanya, algoritma ini terdiri dari beberapa blok yang terpisah.

    switch ($angka) {
    case 1 :
    echo "PERTAMAX!";
    break;
     
    case 2 :
    echo "KEDUAX!";
    break;
    case 3 :
    echo "KETIGAX!";
    break;
    default :
    echo "Nyimak aja nih..";
    }

    Langkah pertama, rutin algoritma akan memeriksa langsung dan mencari kondisi yang sesuai. Kode “break” digunakan untuk mengakhiri blok statement kondisi. Apabila kondisi telah sesuai, maka output langsung dapat dihasilkan dengan tanpa memeriksa kondisi lainnya. Setiap blok kode pun jelas dan tidak membingungkan setiap prosesnya. Namun, keefisienan algoritma ini hanya dapat dirasakan ketika kode-kode yang dituliskan telah memiliki jumlah yang banyak (kompleks). Algoritma yang terkandung pada aplikasi kalkulator belumlah kompleks, namun setidaknya kita memahami bagaimana alur logika pemrograman itu berjalan.
Oke, setelah memahami algoritma yang digunakan, saya akan coba paparkan variable yang berkaitan.
  • $satu = variable yang menampung nilai angka pertama (angka yang akan dihitung)
  • $dua = variable yang menampung nilai angka kedua (angka yang akan dihitung)
  • $hasil = variable yang memiliki nilai dari hasil operasi matematika $satu dengan $dua
Aplikasi kalkulator yang saya buat menggunakan kombinasi antara switch-case dan if-else. Algoritma tersebut dapat Anda dilihat pada postingan saya sebelumnya. Pada prinsipnya, algoritma ini akan menjalankan kondisi yang sesuai dengan parameter masukan. Dan beberapa baris kode yang ditujukan sebagai error handler.
Cekidot :
else if ($dua == 0) {
echo "Pembagi tidak boleh 0.";
$hasil = 'Syntax Error';
Keterangan : Error handler ketika penyebut bernilai 0.

Post a Comment

No comments

# Terima Kasih Telah Berkunjung Semoga Artikel Yang Kamu Baca Bermanfaat :)